Deventer, Sunday 21 May 2023, seizoen 2022 / 2023 , wedstrijd tussen Go Ahead Eagles en FC Volendam, einduitslag 3-0 (1-0)
Nama Jay Idzes belakangan jadi salah satu kata yang paling sering muncul di kolom komentar unggahan soal Timnas Indonesia. Bek jangkung ini bukan lagi sekadar nama baru di daftar susunan pemain, tapi sudah jadi tembok yang bikin penyerang lawan mikir dua kali sebelum masuk kotak penalti. Penasaran kenapa sosoknya begitu dicintai suporter Garuda? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.
Dari Mierlo ke Laguna Venesia
Kalau kamu mau tahu lebih dalam soal profil Jay Idzes, ceritanya dimulai dari kota kecil Mierlo di Belanda. Pria kelahiran 2 Juni 2000 itu meniti karier dari akademi FC Eindhoven sebelum pindah ke Go Ahead Eagles. Tinggi badannya nyaris 190 cm, tapi kaki kirinya cukup halus untuk ukuran bek tengah.
Darah Indonesia mengalir dari kakek neneknya, dan itu jadi pintu masuk bagi proses naturalisasi yang akhirnya berjalan mulus. Pada 2023 ia menyeberang ke Italia dan bergabung dengan Venezia, klub bersejarah yang identik dengan warna hijau hitam.
Debut Garuda dan Momen yang Bikin Merinding
Panggung Jay Idzes Timnas Indonesia dimulai pada Maret 2024 saat ia menjalani debut melawan Vietnam di Jakarta. Pertandingan itu berakhir dengan kemenangan 1-0, dan sejak malam itu namanya hampir tidak pernah lepas dari starting eleven.
Yang bikin fans jatuh cinta bukan cuma soal tekel bersih atau sundulan di kotak sendiri. Ia tenang bawa bola keluar dari tekanan, berani naik ke tengah, dan sesekali mengirim umpan panjang yang memotong lini tengah lawan. Buat tim yang sering dipaksa bertahan dalam, kemampuan begini terasa kayak oksigen.
Tembok Kokoh di Panggung Serie A
Kisah Jay Idzes Venezia juga jadi bukti bahwa pemain Asia Tenggara bisa bersaing di level tertinggi Italia. Setelah membantu klub promosi lewat jalur playoff, ia langsung dipercaya tampil di Serie A dan berhadapan dengan penyerang sekelas bomber internasional tiap pekan.
Liga Italia dikenal kejam soal taktik dan positioning. Satu langkah salah, kamu langsung dibakar umpan terobosan. Justru di lingkungan seperti itulah insting bertahannya makin terasah, dan dampaknya langsung terasa saat kembali memperkuat Timnas.
Kenapa Bek Ini Begitu Penting buat Garuda
Peran bek Timnas Indonesia memang tidak selalu seksi dibanding posisi penyerang, tapi Idzes mengubah cara pandang itu. Ia jadi penghubung antara barisan belakang dan lini serang, semacam gelandang tambahan yang berdiri di area sendiri.
Ia juga terbilang fleksibel. Bisa main di formasi empat bek, bisa juga jadi palang tengah ketika tim memakai tiga bek. Kombinasi ini bikin pelatih punya banyak opsi saat harus mengubah rencana di tengah pertandingan, dan itu kemewahan yang jarang dimiliki skuad nasional.
Karakter Tenang di Luar Lapangan
Di luar lapangan, Jay Idzes dikenal sebagai sosok low profile yang jarang bikin kontroversi. Ia lebih sering terlihat serius memperhatikan instruksi pelatih daripada pamer di media sosial. Gaya bicaranya kalem, tapi ketika ditunjuk jadi pemimpin di lapangan, aura itu berubah total.
Bagi suporter, kombinasi skill, mental, dan sikap begini ibarat paket lengkap. Wajar kalau banyak yang menaruh harapan besar padanya sebagai calon pemimpin lini belakang Garuda di turnamen-turnamen besar berikutnya.
Yang Patut Ditunggu Musim Depan
Usianya masih 25 tahun, sebuah masa emas bagi seorang bek tengah. Dengan menit bermain reguler di kompetisi level atas dan kepercayaan penuh di Timnas, ruang berkembangnya masih sangat luas. Siap-siap saja, karena tembok ini belum selesai menunjukkan kekuatannya.